Aku punya kakak laki-laki
Dia baik, tapi hubungan kami semasa remaja penuh dengan pelik cuma-cuma
Tak jarang kami bertengkar hanya karena aku tak suka dia ada
Iya, ada di saat aku tak ingin.
Ada di saat aku maunya sendiri saja.
Tapi meski begitu, dia yang paling tau kehidupan romansaku sejak SMA.
Pernah juga bertemu laki-laki yang aku kiranya pantas untuk bersama.
Sampai akhirnya mungkin kakakku juga sudah lelah,
Karena kesekian kalinya nama yang kusebut seringkali berubah.
Namun walau begitu kakakku pernah punya satu pinta.
Agar pasanganku nanti kelak adalah laki-laki yang benar-benar mencintai aku.
Memprioritaskan aku.
Karena kakakku tau aku pernah depresi, pernah menyakiti diri sendiri sampai pucat pasi.
Pun, diriku juga maunya begitu,
Aku ingin dicintai, diprioritaskan, setidaknya oleh suamiku nanti.
Karena teman dekat pun kutak punya lagi
Jika aku menikah, maka sahabatku satu satunya hanyalah suamiku nanti.
Tapi kini aku mulai meragukan diriku
Walau aku percaya takdir dari Tuhanku itu pasti baik.
Tapi…apakah mungkin jodohku adalah mati?